RESENSI NADYA SAFWA ( DOMPET AYAH SEPATU IBU )

 RESENSI BUKU DOMPET AYAH SEPATU IBU





  1. IDENTITAS BUKU

  1. Judul Buku : Dompet ayah sepatu ibu

  2. Pengarang : J.S. Khairen

  3. Penerbit : Grasindo (PT Gramedia Widiasarana

  4. Tahun Terbit : 2023

  5. Kota Terbit : Jakarta

  6. Jumlah Halaman : 216 hal

  7. ISBN : 9786020530086



  1. PENDAHULUAN

Karena saat ini banyak sekali buku yang hanya berisi tentang pamer kesuksesan instan tanpa terlihat proses nya, tapi menurut saya novel Dompet Ayah Sepatu Ibu ini berbeda. Buku ini justru keren banget karena ngangkat tema tentang susahnya keluar dari kemiskinan struktural dan gimana perjuangan orang tua untuk mengubah nasib anaknya. Alasan saya milih buku ini buat diresensi karena judulnya yang cukup unik dan lewat metafora dompet ayah dan sepatu ibu, si penulis mampu membuat para pembaca sadar kalau di setiap langkah kaki kesuksesan seorang anak hari ini, selalu ada deras keringat dari dompet ayah dan banjir doa serta air mata dari tapak sepatu ibu


  1. ISI RESENSI

  1. Ringkasan Isi Buku

Novel ini menceritakan tentang perjuangan hidup Asrul dan Zenna, dua orang dari keluarga miskin di lereng gunung Sumatra Barat. Ceritanya mengikuti kisah mereka dari masa kecil yang selalu hidup susah, perjuangan kuliah sambil kerja, sampai akhirnya mereka menikah dan punya anak. Konflik utama pada cerita ini  berfokus pada pengorbanan mereka sebagai orang tua yang rela melakukan apa saja dan hidup serba hemat demi bisa membiayai sekolah anak-anaknya, mereka bidup seperti itu agar nasib anak anaknya kelak akan jauh lebih sukses dan bisa keluar dari lingkaran kemiskinan yang sedang mereka alami.


  1. Analisis dan Ulasan

Kelebihan: Alur cerita yang ada di buku ini terasa dalem banget karena menurut saya beneran ngegambarin kondisi yang ada pada zaman sekarang, di mana kemiskinan masih menjadi masalah nyata yang membuat banyak keluarga yang kurang mampu susah untuk terus maju dan memutus rantai kemiskinan.


Kekurangan: Masih ada beberapa cetakan yang salah ketik pada beberapa bagian. Terus, ada kalimat-kalimat yang bikin bingung karena bahasanya di campur dengan bahasa Padang/Minang, jadi menurut saya membuat para pembaca yang tidak paham bahasanya harus mikir dua kali atau menerka artinya.


  1. Kutipan Penting

“Zenna menelan ludah mendengarnya. Bahkan untuk bermimpi saja sepupu-sepupu nya seakan tak punya batas. Benarlah adanya, kemiskinan membuat bermimpi pun harus tahu diri.”


  1. PENUTUP

Kesimpulannya, novel Dompet Ayah Sepatu Ibu beneran menjadi pengingat sekaligus tamparan keras buat kita semua. Ceritanya ngena banget karena ngebuka mata kita kalau di balik kesuksesan seorang anak, pasti ada pengorbanan orang tua yang gak main-main di belakangnya. Buku ini layak banget dibaca sama anak muda, pelajar, atau mahasiswa yang kadang masih suka ngeluh atau gengsi sama keadaan ekonominya. Novel ini juga cocok buat siapa aja yang suka cerita keluarga yang ngena ke hati, biar kita bisa belajar buat lebih bersyukur, gak gampang menyerah dalam setiap keadaan, dan bisa lebih menghargai kerja keras ayah sama ibu kita di rumah.


  1. IDENTITAS PENULIS RESENSI

  1. Nama lengkap: Nadya Safwa Kamila

  2. Nama sekolah dan Kelas: SMA Martia Bhakti, XII.3

  3. Nomor telepon/HP: 089531674781

  4. Alamat email: ndyaaasfwkmla@gmail.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI DWI ANDHIKA MUHARRAM RIFA'I (FREE YOURSELF)

RESENSI RAFI ATHA (SUDAH CUKUP MAIN-MAINNYA)

RESENSI NAZWA SHYFA (Letting Go, Letting Grow : Sebuah Seni untuk Melepaskan)