RESENSI NURIN FAYZILA (Berani Tidak Disuka)
RESENSI BUKU (Berani Tidak Disuka)

IDENTITAS BUKU
Judul Buku : Berani Tidak Disukai
Pengarang : Ichiro Kishimi Dan Fumitake Koga
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2026
Kota Terbit : Jakarta
Jumlah Halaman : 323 Halaman
ISBN : 978-602-06-3321-3
PENDAHULUAN
Buku Berani Tidak Disukai merupakan salah satu buku pengembangan diri (self-help) paling populer yang mengupas tuntas prinsip-prinsip psikologi Alfred Adler melalui sudut pandang modern. Alasan pemilihan buku ini untuk diresensi karena gaya penyampaiannya yang unik—menggunakan format dialog atau percakapan interaktif antara seorang filsuf bijak dan seorang pemuda yang skeptis—sehingga membuat teori psikologi yang berat terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Buku ini sangat relevan diangkat karena membahas isu krusial yang sering dialami oleh banyak orang, khususnya remaja dan anak muda, seperti kecemasan berlebih (overthinking), rasa rendah diri, trauma masa lalu, serta keterjebakan dalam lingkaran keinginan untuk selalu menyenangkan orang lain (people pleaser).
ISI RESENSI
Ringkasan Isi Buku
Secara garis besar, buku ini menceritakan lima malam perdebatan antara seorang pemuda yang merasa hidupnya penuh ketidakadilan dengan seorang filsuf. Sang filsuf memaparkan gagasan utama psikologi Adler yang menolak paham bahwa masa lalu atau trauma menentukan masa depan seseorang. Buku ini menekankan bahwa manusia digerakkan oleh tujuan masa kini, bukan oleh sebab di masa lalu. Inti ajaran dalam buku ini mencakup konsep "Pemisahan Tugas" (Separation of Tasks), di mana setiap individu harus belajar membedakan mana urusan pribadi dan mana urusan orang lain. Kita tidak berhak mengatur penilaian orang lain, dan sebaliknya, orang lain tidak berhak mendikte kebahagiaan kita. Buku ini juga mengajarkan pentingnya berhenti membandingkan diri dengan orang lain serta menemukan kebahagiaan melalui keberanian untuk menerima diri apa adanya dan hidup di masa sekarang.
Analisis dan Ulasan
Kelebihan Buku: Buku ini memiliki gaya penulisan yang unik berupa dialog/percakapan, sehingga pembaca merasa seperti sedang mendengarkan atau ikut serta dalam diskusi langsung. Bahasa terjemahannya mengalir, dan memberikan perspektif baru yang sangat membebaskan mental pembaca dari rasa cemas akibat penilaian sosial.
Kekurangan Buku: Beberapa gagasan yang disampaikan terasa cukup radikal dan berlawanan dengan pola pikir masyarakat umum (seperti pandangan menolak eksistensi trauma), beberapa kalimat atau kata yang sulit di pahami, sehingga pembaca perlu membaca dengan pikiran terbuka dan teliti agar tidak salah menangkap makna.
Kutipan Penting
“Yang bisa dilakukan seorang manusia untuk menyingkirkan masalahnya hanyalah menjalani hidupnya seorang diri di alam semesta ini”
“Singkatnya, “kebebasan berarti tidak di suka oleh orang lain””
PENUTUP
Berdasarkan keseluruhan isi resensi, buku Berani Tidak Disukai sangat layak dan direkomendasikan untuk dibaca. Buku ini sangat cocok dibaca oleh para siswa, mahasiswa, guru, masyarakat umum, maupun siapa saja yang sering merasa tertekan oleh ekspektasi sosial atau sedang mencari arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Melalui buku ini, pembaca disadarkan bahwa kunci kedamaian hidup bukanlah dengan berusaha menyenangkan semua orang, melainkan memiliki keberanian untuk menjadi diri sendiri secara otentik dan bertanggung jawab penuh atas pilihan hidup masing-masing.
IDENTITAS PENULIS RESENSI
Nama lengkap: Nurin Fayzila Dewandari
Nama sekolah dan Kelas: SMA MARTIA BHAKTI, 12(3)
Nomor telepon/HP: 081211211308
Alamat email: nurinfayzila@gmail.com
Komentar
Posting Komentar