Resensi Sharah Atiqa “Tentang Luka yang Kusimpan Sendiri”
Resensi Buku “Tentang Luka yang Kusimpan Sendiri”

IDENTITAS BUKU
Judul Buku : Tentang luka yang kusimpan sendiri
Pengarang : Kopioppi
Penerbit : Syalmahat Publishing
Tahun Terbit : 2026, Cetakan Ke-18
Kota Terbit : Semarang
Jumlah Halaman : VI+142 Halaman.
ISBN : 978-623-5269-38-2
PENDAHULUAN
Di tengah tuntutan untuk selalu tampil "baik-baik saja", banyak orang memilih memendam rasa sakitnya sendiri. Buku Tentang Luka yang Kusimpan Sendiri karya Kopioppi hadir sebagai wadah perenungan dan teman bicara bagi siapa saja yang sedang berjuang dengan luka batinnya. Alasan memilih buku ini untuk diresensi adalah karena temanya yang sangat relevan dengan kesehatan mental dan penyampaiannya yang hangat serta menyentuh.
ISI RESENSI
Ringkasan Isi Buku
Buku self-improvement ini berisi kumpulan tulisan puitis dan narasi singkat tentang rasa sakit, kekecewaan, penerimaan, dan proses penyembuhan (healing). Tanpa kesan menggurui, Kopioppi merangkul perasaan-perasaan lelah dan sepi yang sering kali kita sembunyikan dari orang lain. Buku ini memvalidasi bahwa merasa tidak sempurna adalah hal yang wajar, sekaligus mengajak pembaca untuk pelan-pelan berdamai dan menyembuhkan lukanya sendiri.
Analisis dan Ulasan
Buku ini memiliki kelebihan pada gaya bahasanya yang puitis, santai, serta dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga pembaca merasa seperti sedang bercerita kepada teman yang memahami tanpa menghakimi, ditambah tata letak teks yang renggang dan estetik sehingga nyaman dibaca saat waktu senggang. Namun, buku ini juga memiliki kekurangan, yaitu topik pesan di beberapa bab yang terasa mirip sehingga bisa memicu rasa bosan jika dibaca sekaligus, serta minimnya tips atau solusi praktis secara ilmiah karena fokus utamanya lebih pada validasi emosi dan rasa empati.
Kutipan Penting
“Menahan diri untuk tidak mengeluarkan air mata di saat keadaan lagi capek-capeknya adalah hal yang menyiksa.” (Hlm.33)
“Ada seseorang yang terlihat paling kuat di antara sekitaran, padahal sebenarnya dialah yang paling butuh dikuatkan.” (Hlm. 65)
“Aku harus lari ke mana jika yang mengejarku adalah ekspektasi orang tua?” (Hlm. 85)
PENUTUP
Buku Tentang Luka yang Kusimpan Sendiri merupakan bacaan self-improvement yang dapat menghadirkan rasa tenang dan kehangatan bagi siapa pun yang membacanya. Kehadiran buku ini sangat membantu dalam memvalidasi emosi serta memberikan ruang aman untuk menerima rasa lelah secara jujur. Oleh karena itu, buku ini sangat layak dibaca, khususnya bagi pelajar, mahasiswa, dan anak muda yang sedang berjuang memulihkan luka batinnya.
IDENTITAS PENULIS RESENSI
Nama lengkap: Sharah Atiqa
Nama sekolah dan Kelas: SMA Martia Bhakti/XII.3
Nomor telepon/HP: 0818748040
Alamat email: sharah.atiqa28@gmail.com
Komentar
Posting Komentar